Berat Lahir Balita Stunting di Desa Punjul Wilayah Kerja Puskesmas Pranggang Kabupaten Kediri

Erna Rahma Yani(1*), Resti Tuta Rahmawati(2), Tia Setiawati(3),

(1) Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
(2) Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
(3) Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung
(*) Corresponding Author

Abstract


Sampai dengan tahun 2019 jumlah balita stunting di Kabupaten Kediri masih cukup tinggi. Data menunjukkan prevalensi tertinggi ditemukan di wilayah Puskesmas Pranggang. Penelitian dilakukan bulan April-Mei 2019 di Desa Punjul Wilayah Kerja Puskesmas Pranggang Kabupaten Kediri. Tujuan dari penelitian ini menganalisis hubungan riwayat berat lahir dengan kejadian stunting pada balita. Desain penelitian survey analitik dengan rancangan survey case-control. Teknik pengambilan sampel menggunakan disproportionate cluster random sampling dengan sampel 193 balita. Dari jumlah tersebut, diketahui  61 orang (31,6) teridentifikasi stunting. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang lemah antara berat lahir dengan kejadian stunting ( p = 0,014) dengan  koefisien kontingensi sebesar 0,1683. Simpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah terjadinya stunting pada balita tidak hanya ditentukan oleh kondisi saat lahir. Oleh karena itu perawatan setelah lahir diharapkan dapat memaksimalkan pencapaian tumbuh kembang anak.

Keywords


Stunting, Berat Lahir, Puskesmas Pranggang

Full Text:

PDF

References


Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2012). Peranan Gizi Dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Kencana Prenada Media group.

Anugraheni, H. S (2012). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-36 Bulan di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Retrieved from https://eprints.undip.ac.id/38393/1/441/HANA_SOFIA_ANUGRAHENI_G2C008030.PDF

Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. E.Journal Pustaka Kesehatan. Retrieved from https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPK/article/download/2520/2029

Bentian, I., Mayulu, & Rattu. (2015). Faktor Resiko Terjadinya Stunting Pada Anak TK Di Wilayah Kerja Puskesmas Siloam Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jikmu/article/view/7173/6684

Dewi, N. T., & Widari, D. (2018). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dan Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting pada Baduta di Desa Maron Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Retrieved from https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/view/9656/5891

Fitri, L. (2018). Hubungan BBLR dan ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Lima Puluh Pekanbaru. Jurnal Endurance 3(1) Februari 2018 (131-137). Retrieved from

http://ejournal.kopertis10.or.id/index.php/endurance/article/view/1767/930

Hasriyani, Hadisaputro, Suharyo, Budhi, & Kamilah. (2018). Berbagai Faktor Risiko Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/62287/

Istiany, A., & Rusilanti. (2014). Gizi Terapan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Kemenkes RI. (2015). Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019. Jakarta. https://www.depkes.go.id/resources/download/info-publik/Renstra-2015.pdf

Kementrian Desa, P. D. T. dan T. (2017). Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting. Jakarta: Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. https://www.kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Buku-Saku-Nasional-PSG-2017_975.pdf

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kredil (Stunting). Jakarta. https://www.tnp2k.go.id/images/uploads/downloads/Binder_Volume1.pdf

Marmi, & Rahardjo, K. (2015). Asuhan neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pantiawati, I. (2010). Bayi denan BBLR. Yogyakarta: Nuha Medika.

Persakmi. (2018). Stunting di Jawa Timur. https://persakmi.or.id/artikel/stunting-di-jawa-timur/.

Probosiwi, H., Huriyati, E., & Ismail, D. (2017). Stunting dan perkembangan pada anak usia 12-60 bulan di Kalasan. Retrieved from https://journal.ugm.ac.id/bkm/article/view/26550/20034

Puspita, Y. (2015). Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Retrieved from http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?act=view&buku_id=78177&mod=penelitian_detail⊂=PenelitianDetail&typ=html

Sembiring, J. B. (2017). Asuhan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Septikasari, M. (2018). Status Gizi Anak dan Faktor Yang Mempengaruhi. Yogyakarta: UNY Press.

Setiawan, E. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. Retrieved from http://scholar.unand.ac.id/34917/

Soetjiningsih, & Gde Ranuh, I. . (2013). Tumbuh Kembang Anak (Edisi 2). Jakarta: EGC.




DOI: https://doi.org/10.47575/jpkm.v2i1.204

Article Metrics

Abstract view : 47 times
PDF - 19 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Our Journal indexed by:

  

 

Creative Commons License
JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarkat is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.