HUBUNGAN PREEKLAMPSIA TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD KOTA MADIUN

sunarsih sunarsih

Sari


Asfiksia adalah keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian asfiksia pada BBL salah satunya adalah faktor preeklampsia pada ibu hamil. Ibu hamil yang preeklampsia dapat menyebabkan hipoksia janin dalam uterus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan preeklampsia terhadap kejadia asfiksia pada BBL.

Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi yang dilahirkan sebanyak 65 bayi. Tehnik pengambilan sampel dengan tehnik purposive sampling yaitu sebanyak 56 bayi di RSUD Kota Madiun. Untuk mengetahui hubungan antara dua variabel tersebut dengan menggunakan chi square dengan α 0,05 df=1.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari 16 responden yang mengalami preeklampsia yang bayinya mengalami asfiksia sebanyak 9 bayi (56,25%) dan yang tidak mengalami asfiksia  sebanyak 7 bayi (43,75%). Sedangkan dari 40 responden yang tidak mengalami preeklampsia yang bayinya mengalami asfiksia sebanyak 19 bayi (47,5%) dan yang tidak mengalami asfiksia sebanyak 21 bayi (52,5%). Dari hasil uji statistik diperoleh X² hitung sebesar 0,0362 lebih kecil dari X² tabel sebesar 3,841 dengan α 0,05 df=1.

Berdasarkan poladata yang diperoleh peneliti maka peneliti menyimpulkan bahwa ada hubungan antara preeklampsia terhadap kejadian asfiksia pada BBL, walaupun secara statistik tidak bermakna. Saran dari penelitian ini ialah pemberian pendidikan kesehatan untuk ibu hamil serta peran bidan pada saat ante natal care perlu ditingkatkan agar komplikasi apapun dapat dicegah dan dideteksi lebih dini.

 

Kata kunci : preeklampsia, kejadian asfiksia

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.