HUBUNGAN PLASENTA PREVIA DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUANG BERSALIN RSUD Dr. SOEROTO NGAWI

retno widya

Sari


Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) salah satunya dipengaruhi oleh plasenta previa. Sebagai perdarahan yang dapat berakibat anemia pada ibu akan menyebabkan gangguan ke plasenta yang mengakibatkan suplai nutrisi dan O2 ke janin terhambat sehingga pertumbuhan bayi juga terhambat, sehingga beresiko bayi lahir dengan berat badan lahir rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan plasenta previa dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Dr. Soeroto Ngawi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik korelatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu bersalin dan bayi yang dilahirkan di ruang bersalin RSUD Dr. Soeroto Ngawi pada bulan Maret – April 2013. Populasi sebanyak 100 orang dan sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 80 orang. Variabel bebas penelitian ini adalah plasenta previa dan variabel terikat adalah berat badan lahir rendah (BBLR). Analisis menggunakan uji statistik chi-square dengan taraf signifikasi 0,05. Hubungan plasenta previa dengan kejadian BBLR mempunyai hasil 2 = 4,3 dan 2 = 3,841 sehingga 2 2. Hal ini menun jukkan bahwa ada hubungan plasenta previa dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Kesimpulan penelitian ini: ada hubungan antara plasenta previa dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Diharapkan ibu dapat meningkatkan pengetahuan tentang upaya mengatasi plasenta previa melalui pendidikan kesehatan dan meningkatkan pelaksanaan strategi program ANC (Ante Natal Care) serta pemeriksaan kehamilan secara teratur agar plasenta previa dapat dideteksi secara dini, sehingga akibat plasenta previa yaitu BBLR dapat berkurang.

 

Kata Kunci : Plasenta Previa, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.